Kajian
Lontar Wrhaspati Tattwa
I Pendahuluan
Wrhaspati Tattwa
adalah sebuah lontar yang tergolong tua usianya. Lontar ini menguraikan ajaran
tentang kebenaran tertinggi yang bersifat Siwastik yang diuraikan secara
sistematik. Wrhaspati Tattwa terdiri
dari 74 pasal/sloka yang menggunakan bahasa Sansekerta dan Bahasa Jawa Kuno.
Bahasa Sansekertanya disusun dalam bentuk sloka dan Bahasa Jawa Kunonya disusun
dalam bentuk bebas (gancaran) yang dimaksudkan sebagai terjemahan atau
penjelasan bahasa Sansekertanya. Lontar Wrhaspati
Tattwa merupakan sebuah lontar mengandung ajaran samkya dan yoga. Bagian
yang mengajarkan pembentukan alam semesta beserta isinya mengikuti ajaran samkya dan bagian yang mengajarkan etika
pengendalian diri mengambil ajaran yoga.
Secara etimologi Vrhaspati
tattwa berasal dari kata “Whraspati”
dan “Tattwa”, pengertian Wrhaspati adalah nama
seorang bhagawan di sorga,,hal ini
sesuai dengan yang terdapat dalam Wrhaspati
Tattwa Sloka 1 yang berbunyi sebagai berikut:
Irikang
kala bana sira wiku ring swarga
Bhagawad
Whraspati ngaran ira
Sira
ta maso mapuja di Bhatara.
Terjemahannya:
Pada
saat itu ada seorang petapa di sorga bernama Wrhaspati, Ia datang dan memuja Hyang
Iswara ( Putra dkk, 1998 : 1 ).
Kemudian menurut Watra (2007 : 1)
Tatwa berasal dari bahasa sansekerta.
Tattwa memiliki berbagai pengertian
seperti : kebenaran, kenyataan, hakekat hidup, sifat kodrati, dan segala
sesuatu yang bersumber dari kebenaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa Wrhaspati Tattwa berarti ajaran
kebenaran atau hakekat kebenaran dharma dari
Bhagawan Wrhaspati.
Wrhaspati Tattwa
berisi dialog antara seorang guru spiritual yaitu Sang Hyang Iswara dengan seorang sisya beliau yaitu Bhagawan
Wrhaspati. Iswara dalam konsep pengider-ider di Bali adalah Dewa yang
menempati arah timur. Iswara tidak
lain adalah aspek dari Siwa sendiri.
Di dalam Wrhaspati Tattwa disebutkan
bahwa Hyang Iswara berstana di puncak
Gunung Kailasa yang merupakan puncak gunung Himalaya yang dianggap suci.
Sedangkan Bhagawan Wrhaspati adalah
orang suci yang merupakan sebagai guru dunia (guru loka) berkedudukan di Sorga. Dalam dialog tersebut, Sang Hyang Iswara mencoba menjelaskan
kebenaran tertinggi tentang Siwa
kepada Bhagawan Wrhaspati dengan
metode tanya jawab.
Ajarannya
ini diterjemahkan dalam 74 sloka berbahasa Sansekerta yang di terjemahkan ke
dalam bahasa Jawa Kuno. Wrhaspati Tattwa merupakan
naskah jawa kuno yang bersifat realistis. Di dalam menyajikan ajarannya
dirangkum dalam suatu mitologi yang tujuannya untuk mempermudah ajaranitu
dimengerti.Mengingat ajaran filsafat atau Tattwa
yang tinggi seperti ini memang sulit untuk dimengerti.